Sat Reskrim Polres Klungkung Kembali Menyelesaikan Kasus Pencurian Biasa Dengan Cara “Restorative justice”

Korbinmas Baharkam Polri Melaksanakan Asistensi dan Supervisi T.A 2022 di Polres Klungkung
Agustus 12, 2022
Wakapolri Bicara Bagaimana Melindungi Dunia Pendidikan dari Paham Radikalisme
Agustus 12, 2022

Polda Bali-Polres Klungkung, Menyelesaikan penanganan kasus pencurian Handphone kejadian ini bertempat di Dusun Tabanan Desa Kamasan Pada hari Senin tanggal 24 Januari 2022 sekira pukul 06.00 Wita dan Dilaporkan Ke Polres Klungkung Hari Jumat Tanggal 5 Agustus 2022 namun kasus tersebut diselesaikan melalui restorative justice (RJ).

“Restorative justice dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan perdamaian secara musyawarah antara korban dan pelakunya,” kata Kasat reskrim Polres Klungkung Iptu Arung Wiratama,S.T.K., S.I.K., Jumat (12/8/2022) bertempat di Aula Nusa Ceningan Polres Klungkung.

Kasus RJ diselesaikan oleh Sat Reskrim Polres Klungkung melibatkan terlapor Inisial MWB warga Dusun Tabanan Desa Kamasan. Kejadian bermula saat Ni Kadek Yulik dengan mengendarai Sepeda motor pulang dari rumah temannya, setelah sampai dirumahnya korban mencari handphone oppo A74 miliknya namun tidak ada, kemudian dilanjutkan mencari kerumah temannya namun juga tidak ada, karena merasa melewati jalan yang rusak korban merasa hanphone milinya jatuh di Jalan Dusun Tabanan Desa Kamasan serta menanyakan kepada terlapor Inisial MWB yang ada saat itu namun tidak mengakui bahwa ada handphone milik korban yang terjatuh.

Dengan adanya kejadian tersebut Korban Ni Kadek Yulik melaporkan kejadian tersebut ke Polres Klungkung guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun tidak butuh waktu lama setelah menerima laporan kehilangan 1 Buah Handphone oppo A74 team opsnal Sat reskrim melakukan penyelidik kasus tersebut setelah dilakukannya pemerikaan di Tkp maupun kepada saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut, akhirnya Sat Reskrim Polres Klungkung menemukan bukti permulaan yang cukup bahwa Handphone Handphone oppo A74 telah ambil oleh terlapor Inisial MWB saat Hanphone tersebut jatuh di jalan.

Sebelumnya, pelaku dijerat melanggar Pasal 362 KUHPidana. Dengan adanya mediasi perdamaian ini, korban mencabut laporan dan pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Perdamaian tersebut sesuai dengan peraturan Kepolisian Nomor 08 Tahun 2021 tentang penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif. Perdamaian dihadiri oleh kedua belah pihak dan disaksikan oleh masing masing saksi.

Restorative justice (RJ) menjadi program yang dicanangkan Kapolri Listyo Sigit. Penanganan kasus dengan RJ ini merupakan langkah untuk mengikuti dinamika perkembangan dunia hukum yang mulai bergeser dari positivisme ke progresif. Hal itu untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat.